ACEH SELATAN,Bersuarakita – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Subulussalam menegaskan telah menjalankan sejumlah langkah pengawasan dan pembinaan sejak awal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap standar keamanan pangan di lapangan.
Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Loka POM Subulussalam, Hanifa, mengatakan pihaknya telah menggelar pelatihan keamanan pangan yang menyasar seluruh elemen dapur, mulai dari penanggung jawab hingga petugas yang terlibat langsung dalam pengolahan makanan.
“Pelatihan ini kami berikan kepada kepala dapur dan para penjamah makanan, yakni mereka yang terlibat langsung dari proses pengolahan sampai penyajian,” kata Hanifa.
Ia menjelaskan, materi pelatihan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup pengawasan menyeluruh pada setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan, proses memasak, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Upaya ini, menurutnya, penting untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga secara konsisten.
Di sisi lain, Hanifa menegaskan bahwa mekanisme pengawasan dilakukan secara terkoordinasi lintas instansi. Jika ditemukan indikasi pelanggaran atau kejadian yang mengarah pada risiko kesehatan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Terkait kewenangan, ia menjelaskan bahwa dapur MBG masuk dalam kategori pangan siap saji yang secara langsung berada di bawah pengawasan Dinas Kesehatan. Sementara itu, BPOM menjalankan fungsi pengawasan berbasis risiko, termasuk melakukan intervensi lapangan apabila terdapat laporan atau indikasi kasus.
“Pengawasan kami bersifat situasional dan berbasis risiko. Jika ada laporan atau kejadian tertentu, kami akan turun bersama Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan,” ujarnya.












