Daerah  

Sawah Tertimbun Lumpur Diuji di Laboratorium: Pemkab Gandeng BI dan USK Selamatkan Pertanian Pidie Jaya


PIDIE JAYA,Bersuarakita – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Pidie Jaya mulai bergerak serius memulihkan sektor pertanian pascabanjir. Lahan sawah yang tertimbun lumpur kini diuji secara ilmiah untuk memastikan tingkat kesuburan dan langkah penanganan ke depan.

Hal itu disampaikan Bupati Sibral Malasyi melalui Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, M. Nur.

Uji laboratorium dilakukan di wilayah terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua, dengan melibatkan tim dari Bank Indonesia dan Universitas Syiah Kuala (USK), serta unsur pemerintah daerah, penyuluh pertanian, keujruen (tokoh adat pertanian), dan para petani setempat.

Di lapangan, tim melakukan pengukuran tingkat keasaman (pH) tanah langsung di lokasi sawah yang tertimbun lumpur. Selain itu, sejumlah sampel tanah juga diambil untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium USK di Banda Aceh.

“Langkah ini penting untuk mengetahui kondisi riil tanah pascabanjir, sehingga penanganan yang dilakukan nantinya benar-benar tepat,” ujar M. Nur. Selasa (21/4/2026)

Menurutnya, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar dalam menentukan apakah lahan masih layak tanam, membutuhkan perlakuan khusus, atau harus direhabilitasi secara bertahap.

Keterlibatan Bank Indonesia dan pihak akademisi dinilai sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Pidie Jaya.

Selain itu, partisipasi langsung para petani dan keujruen juga menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi lapangan.

Pemerintah daerah berharap, melalui uji ilmiah ini, lahan pertanian yang terdampak banjir dapat segera dipulihkan dan kembali produktif, sehingga ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi pascabencana.