Daerah  

Griya Tuan Tapa di Banda Aceh, Terobosan H. Mirwan MS–Baital Mukadis untuk Pasien Rujukan Asal Aceh Selatan

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menghadirkan rumah singgah “Griya Tuan Tapa” sebagai solusi bagi warga yang menjalani pengobatan rujukan di Banda Aceh

BANDA ACEH, Bersuarakita – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menghadirkan rumah singgah “Griya Tuan Tapa” sebagai solusi bagi warga yang menjalani pengobatan rujukan di Banda Aceh. Fasilitas ini menjadi tempat tinggal sementara yang layak bagi pasien dan keluarga pendamping di tengah keterbatasan akses hunian selama proses perawatan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, bersama Wakil Bupati Baital Mukadis, rumah singgah ini dihadirkan sebagai bentuk respons atas kebutuhan mendesak masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh demi memperoleh layanan kesehatan di ibu kota provinsi.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Agustus 2025, Griya Tuan Tapa yang berlokasi di kawasan Beurawe telah dimanfaatkan oleh banyak warga Aceh Selatan. Kehadirannya menjadi penting, terutama bagi pasien yang belum mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit akibat keterbatasan ruang, sehingga sebelumnya terpaksa menunggu di lorong atau area terbuka.

Kini, melalui fasilitas ini, pasien dan keluarga memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Rumah singgah tersebut dilengkapi sembilan kamar dengan fasilitas tempat tidur dan kipas angin, pendingin udara di ruang bersama, kursi roda, serta layanan petugas yang siap membantu dengan pendekatan humanis.

Tak hanya menyediakan tempat tinggal, Griya Tuan Tapa juga memenuhi kebutuhan dasar penghuni, seperti bahan makanan hingga layanan transportasi berupa kendaraan roda dua dan roda empat untuk mendukung mobilitas menuju rumah sakit. Fasilitas ini dinilai mampu mengurangi beban biaya yang sebelumnya harus ditanggung pasien selama berada di Banda Aceh.

Koordinator rumah singgah, Adi Multa, mengatakan kebutuhan hunian tidak hanya muncul saat awal pengobatan, tetapi juga ketika pasien harus kembali untuk kontrol lanjutan.

“Inilah bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan warga Aceh Selatan tidak merasa sendirian dalam menghadapi sakit,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Sejumlah masyarakat mengapresiasi kehadiran fasilitas tersebut karena sangat membantu mereka bertahan di kota besar dengan kondisi yang lebih layak. Mereka bahkan dapat menekan pengeluaran karena sebagian kebutuhan pokok telah disediakan.

Meski demikian, dukungan dari berbagai pihak dinilai masih diperlukan untuk pengembangan layanan ke depan. Termasuk diharapkan peran aktif anggota DPRA asal Aceh Selatan yang berada di Banda Aceh untuk meninjau langsung kondisi fasilitas tersebut.

Lebih dari sekadar tempat menginap, Griya Tuan Tapa dinilai menjadi simbol kehadiran pemerintah daerah dalam situasi krisis yang dihadapi masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga akan terus menyosialisasikan keberadaan rumah singgah ini agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga yang membutuhkan.