ACEH SELATAN, Bersuarakita – Pasar Inpres Tapaktuan terpantau mengalami lonjakan harga sejumlah komoditas sayuran dalam sepekan terakhir. Kenaikan harga tersebut membuat aktivitas belanja masyarakat menurun karena daya beli warga dinilai semakin melemah.
Sejumlah pedagang mengaku kondisi ekonomi masyarakat yang sulit ditambah naiknya harga kebutuhan pokok membuat keuntungan mereka semakin menipis.
Salah seorang pedagang, Yusniar, kepada wartawan, Jumat (15/5/2026), mengatakan kenaikan harga sayuran sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Namun, dalam dua hari terakhir harga beberapa komoditas disebut melonjak cukup tajam.
“Sudah sepekan ini harga kebutuhan pokok jenis sayuran naik, tetapi dua hari ini yang semakin melambung harganya,” ujar Yusniar.
Ia merincikan sejumlah harga komoditas yang mengalami kenaikan, di antaranya tomat dari sebelumnya Rp10 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram, cabai rawit Rp45 ribu per kilogram, cabai merah Rp40 ribu per kilogram, jeruk nipis Rp25 ribu per kilogram, serta bawang merah Rp40 ribu per kilogram.
Menurut Yusniar, para pedagang juga belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga tersebut. Biasanya, kata dia, kenaikan dipicu faktor cuaca seperti kemarau, banjir, atau gagal panen. Namun kali ini para pedagang mengaku belum memahami penyebab utama melonjaknya harga sayuran di pasaran.
“Kami sebagai pedagang juga merasa susah jika harga melonjak, karena kami bisa membeli tetapi untuk menjualnya kami kesulitan, apalagi kondisi ekonomi begini. Pada akhirnya walaupun ada beberapa orang saja yang beli, keuntungannya sangat tipis,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang warga Tapaktuan, Wati, mengaku terpaksa mengurangi jumlah belanja akibat kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut.
“Kita beli saja seadanya, tidak bisa kita paksakan untuk berbelanja lebih banyak,” katanya singkat.












