Daerah  

Wali Nanggroe Siap Temui Presiden, Pembangunan RS Regional Meulaboh Ditargetkan Rampung 2028

MEULABOH,Bersuarakita – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM mendampingi Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haytar meninjau pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Meulaboh di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (17/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wali Nanggroe mengaku terkejut sekaligus bangga melihat pembangunan RS Regional Meulaboh yang telah mencapai sekitar 50 persen sejak mulai dirintis pada 2017 lalu.

Namun demikian, ia menyayangkan proyek strategis tersebut terhenti dan belum dapat difungsikan untuk masyarakat.

“Saya bangga karena usaha mendirikan RS Regional ini sudah dimulai dan progresnya sudah sekitar 50 persen. Tetapi saya kecewa kenapa pembangunan ini sampai terhenti. Ini akan kita usahakan bersama, kita akan bertemu pemerintah, termasuk Pak Presiden. Saya akan berbicara langsung kepada Presiden agar rumah sakit ini segera dibantu dan disiapkan secepat mungkin,” kata Wali Nanggroe.

Ia berharap pembangunan rumah sakit tersebut dapat segera dilanjutkan sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat wilayah barat selatan Aceh.

“Mudah-mudahan dengan adanya RS Regional ini, masyarakat di wilayah barat Aceh sudah memiliki rumah sakit yang baik dan tidak perlu lagi berobat ke RS Zainoel Abidin di Banda Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Wali Nanggroe ke Aceh Barat. Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan perhatian serius terhadap pembangunan kawasan barat selatan Aceh.

Tarmizi menyebutkan, kehadiran Wali Nanggroe tidak hanya untuk meninjau RS Regional Meulaboh, tetapi juga memberikan berbagai masukan terkait pengembangan ekonomi daerah, UMKM hingga penataan kota.

“Wali hadir bukan hanya melihat RS Regional, tetapi juga memberikan banyak masukan untuk peningkatan ekonomi, UMKM, tata kota dan sebagainya. Terkait RS Regional, seperti yang disampaikan tadi, Wali akan mengajak saya menghadap Presiden untuk memperjuangkan dukungan melalui APBN,” kata Tarmizi.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini juga terus memperjuangkan tambahan anggaran melalui APBA untuk melanjutkan pembangunan rumah sakit tersebut.

Menurut Tarmizi, Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) sedang membahas kemungkinan pengalokasian anggaran lanjutan sebesar Rp50 miliar melalui APBA tahun berjalan.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan dukungan anggaran multiyears dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh mulai tahun depan.

“Kalau dana Otsus sudah kembali, kami berharap ada skema multiyears minimal Rp150 miliar sehingga pada akhir 2028 RS Regional Meulaboh bisa di-launching dan mulai beroperasi,” pungkasnya.