PIDIE JAYA,Bersuarakita – Bencana angin puting beliung yang menerjang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, beberapa hari lalu meninggalkan kerusakan cukup parah di sejumlah wilayah.
Sedikitnya 70 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat akibat terjangan angin kencang tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 15 unit rumah mengalami rusak berat setelah atap rumah warga terangkat dan beterbangan diterjang angin.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial P3A Pidie Jaya, Arikhan, mengatakan pihaknya telah bergerak menyalurkan bantuan masa panik kepada warga terdampak di sejumlah kecamatan.
“Untuk tahap awal, kami turun langsung menyalurkan bantuan masa panik kepada korban terdampak,” ujar Arikhan.
Ia menyebutkan, tim Dinas Sosial P3A Pidie Jaya diterjunkan ke sejumlah gampong terdampak seperti Meunasah Raya di Kecamatan Jangka Buya, Peulandok di Trienggadeng, Manyang Lancok dan Bale Musa di Bandar Baru, Cot Geurufai di Bandar Dua, hingga Blang Cut dan Lancok di Kecamatan Meurah Dua.
Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, yang turut terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Dalam laporan kepada Bupati Pidie Jaya, Dinas Sosial memastikan tim turun langsung membawa perlengkapan masa panik guna membantu kebutuhan mendesak warga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung.
Tak hanya penanganan darurat di lapangan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga mulai mengusulkan bantuan lanjutan kepada Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi Aceh.
Daftar bantuan yang diajukan cukup besar, mulai dari kebutuhan pangan seperti beras, mie instan, minyak goreng, gula, air mineral, makanan siap saji, susu bayi dan lansia, hingga perlengkapan keluarga seperti family kit, pakaian dewasa dan anak-anak, mukena, sarung, handuk, serta sandal.
Pemerintah daerah juga mengusulkan bantuan perlengkapan dapur dan kebutuhan sanitasi seperti kompor gas, tabung gas, peralatan masak, jerigen air, hygiene kit, sabun, popok bayi, disinfektan, hingga cairan pembersih.
Langkah cepat tersebut dilakukan mengingat banyak warga masih kesulitan pascabencana, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum bisa ditempati.
Bencana angin puting beliung ini menambah panjang daftar bencana hidrometeorologi yang melanda Pidie Jaya dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, wilayah tersebut juga berulang kali diterjang banjir yang menyebabkan ribuan rumah warga terdampak dan memaksa pemerintah memperpanjang masa transisi darurat pemulihan bencana hingga Agustus 2026.












