Banner Bersuarakita

Mahasiswa USK Hadirkan Program BANGKIT, Desa Mesjid Tuha Pidie Jaya Menuju Desa Mandiri Energi

PIDIE JAYA,Bersuarakita – Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menghadirkan inovasi desa mandiri energi melalui program bertajuk BANGKIT (Basis Alternatif Nir-emisi Guna Ketahanan Infrastruktur Terbarukan) di Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu.

Program yang dijalankan melalui skema “Mahasiswa Berdampak” ini bertujuan menjawab tantangan transisi energi hijau sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana.

Melalui inisiatif tersebut, Desa Mesjid Tuha didorong menjadi percontohan desa cerdas mandiri energi dengan mengintegrasikan teknologi energi terbarukan, digitalisasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Ketua Tim Mahasiswa Berdampak USK, Yuraddin, mengatakan program BANGKIT dirancang secara menyeluruh agar desa tetap mampu bertahan saat terjadi krisis, terutama pasca bencana.

“Melalui inovasi seperti panel surya dan teknologi Internet of Things (IoT), kami ingin membuktikan bahwa teknologi tepat guna dapat diterapkan langsung untuk menjaga fasilitas vital desa. Ini menjadi langkah kecil dari Aceh untuk mendukung ketahanan infrastruktur yang berkelanjutan,” ujar Yuraddin.

Dalam implementasinya, program BANGKIT berfokus pada empat pilar utama.

Pertama, kemandirian air bersih berbasis teknologi melalui sistem filtrasi Reverse Osmosis (RO) yang ditenagai panel surya. Sistem ini dilengkapi sensor IoT yang terhubung dengan website desa sehingga pemuda gampong dapat memantau ketersediaan air secara real time.

Kedua, mitigasi bencana kelistrikan dengan melakukan edukasi serta inspeksi instalasi listrik di rumah-rumah warga untuk mencegah risiko korsleting listrik.

Ketiga, transformasi digital UMKM desa melalui pelatihan pemasaran digital bagi kelompok ibu-ibu PKK yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah, agar mampu memasarkan produk secara daring.

Keempat, pemulihan hunian warga melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat untuk memperbaiki lingkungan pemukiman agar kembali aman dan layak huni.

Kehadiran program tersebut disambut positif oleh masyarakat setempat. Keuchik Gampong Mesjid Tuha, Dedy Kuesnedy, S.H., menyampaikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa dalam membantu pemulihan desa pasca bencana.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif adik-adik mahasiswa USK. Pasca bencana yang luar biasa ini, kami memang membutuhkan sinergi berupa ide, tenaga, dan pikiran. Kehadiran program ini sangat membantu memulihkan keadaan serta membangkitkan semangat warga untuk kembali bangkit,” kata Dedy.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfotik) Kabupaten Pidie Jaya, Saifuddin ZA, M.Pd., yang turut meninjau langsung kegiatan tersebut, menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap inovasi yang dibawa mahasiswa.

“Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya sangat mengapresiasi terobosan mahasiswa USK. Kolaborasi pemanfaatan energi terbarukan dan digitalisasi ini sejalan dengan visi kami dalam membangun desa yang cerdas dan tangguh terhadap bencana,” ujarnya.

Ia berharap inovasi yang diterapkan di Desa Mesjid Tuha dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi gampong lain di Kabupaten Pidie Jaya.

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat, program BANGKIT diharapkan menjadi model atau cetak biru bagi pengembangan desa tangguh bencana berbasis energi terbarukan di berbagai daerah di Indonesia.