Daerah  

Banjir & Longsor Pidie Jaya 2025, 23 Warga Meninggal, 67 Ribu Mengungsi Bencana Terburuk Dalam Sejarah Daerah

PIDIE JAYA, Bersuarakita — Kabupaten Pidie Jaya kembali berduka. Banjir bandang dan longsor besar yang melanda sejak awal pekan resmi ditetapkan sebagai bencana alam besar melalui Surat Pernyataan Bencana Nomor 300.2/402.1. Hingga Selasa, 3 Desember 2025 pukul 12.00 WIB, data sementara menunjukkan skala kerusakan yang sangat memprihatinkan.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Sebanyak 23 warga dilaporkan meninggal dunia, tersebar di sejumlah kecamatan. Selain itu tercatat:

390 luka berat

1.437 luka ringan

8 warga masih hilang dan dalam proses pencarian

Kecamatan paling terdampak antara lain Meurah Dua, Ulim, Jangka Buya, dan Bandar Dua, dengan korban luka mencapai angka tertinggi.

Eksodus Besar Hampir 70 Ribu Jiwa di Pengungsian

Jumlah warga terdampak sangat besar. Hingga siang tadi tercatat:

67.943 warga mengungsi

13.648 Kepala Keluarga kehilangan tempat tinggal

109 titik pengungsian telah dibuka

Suasana pengungsian dilaporkan padat dan memprihatinkan. Kebutuhan mendesak meliputi makanan siap saji, obat-obatan, selimut, pakaian bayi, dan air bersih.

Ribuan Rumah Rusak Berat & Hilang

Bencana ini meratakan banyak pemukiman. Rekap kerusakan rumah:

9.174 rumah rusak berat

453 rumah rusak sedang

789 rumah rusak ringan

114 rumah hilang terbawa banjir

Tak hanya itu, 9.288 fasilitas MCK dan sumur warga rusak, mengancam potensi penyebaran penyakit di lokasi pengungsian.

Kerusakan Sarana Ibadah & Pendidikan

Kerusakan juga dialami fasilitas publik:

122 rumah ibadah (Masjid & Meunasah) rusak

95 sekolah SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK terdampak

Aktivitas pendidikan di sejumlah kecamatan dihentikan total.

Kerugian di Sektor Ekonomi  Lahan Pertanian & Tambak Hancur

Ribuan hektare lahan produktif rusak:

734 Ha pertanian

1.057 Ha tambak

12 Ha perkebunan
Selain itu, 5.413 ekor ternak dilaporkan mati atau hilang terbawa arus banjir.

Akses Transportasi & Infrastruktur Terputus

Bencana ini juga melumpuhkan akses vital antar kecamatan:

70 ruas jalan kabupaten rusak

2 ruas jalan provinsi rusak

1 ruas jalan nasional putus

11 jembatan rusak

229 jembatan kabupaten terdampak

58 saluran irigasi rusak
Kerusakan ini membuat distribusi bantuan ke beberapa titik terisolasi terkendala berat.

SPPG (Dapur Gizi) Ikut Terdampak

Sebanyak empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ikut rusak, mengancam ketahanan pangan anak-anak dan ibu hamil di pengungsian.

PEMERINTAH KERAHKAN SELURUH SUMBER DAYA

Pemkab Pidie Jaya mengerahkan seluruh kekuatan TNI, Polri, BPBD, relawan, dan unsur masyarakat untuk:

evakuasi korban,

pencarian warga hilang,

distribusi logistik ke wilayah terisolasi.

Pemerintah pusat dan pemerintah Aceh dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan dan menambah bantuan logistik dalam waktu dekat.

Sejumlah pemerhati lingkungan mulai menyoroti fenomena deforestasi dan kerusakan DAS Aceh-Meureudu, yang juga tercatat dalam laporan bencana (7 titik DAS rusak). Investigasi penyebab banjir besar ini diperkirakan akan dilakukan setelah penanganan darurat selesai.

Data bencana ini akan terus diperbarui hingga penanganan tuntas.