Daerah  

Pemprov Aceh dan Pemkab Pidie Jaya Genjot Rehabilitasi 141 Hektare Sawah Rusak, Target Tanam Musim Gadu

PIDIE JAYA, Bersuarakita — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Pemerintah Provinsi Aceh mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak banjir. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), sebanyak 141 hektare sawah kategori rusak sedang ditargetkan segera pulih agar bisa dimanfaatkan pada musim tanam (gaduh) tahun ini.

Kegiatan monev dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Munawar Ibrahim, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin, di sejumlah titik terdampak seperti Gampong Alue Keutapang, Babah Krueng, Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua hingga Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua, Sabtu (25/4/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya M. Nur, tim Kementerian Pertanian RI yang diwakili Agus Susanto, serta unsur Badan Riset dan Modelisasi Pertanian yang diwakili Firdaus.

Sekda Pidie Jaya, Munawar Ibrahim, menegaskan bahwa proses rehabilitasi harus dilakukan secara maksimal dan merata tanpa ada lahan yang terlewatkan. Ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu agar sawah yang diperbaiki dapat segera dimanfaatkan petani.

“Dikerjakan semaksimal mungkin, jangan ada yang tertinggal, dan harus sesuai dengan rencana. Kita harapkan bisa segera dimanfaatkan untuk penanaman padi pada musim gaduh ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin, menyebutkan bahwa pihaknya terus memantau progres rehabilitasi di lapangan. Dari hasil peninjauan, sekitar 63 hektare sawah dalam kategori rusak sedang tengah dalam proses pemulihan intensif di Alue Keutapang.

“Kita berharap apa yang sudah dilakukan masyarakat dengan dukungan pemerintah pusat dan kerja sama kabupaten/kota dapat segera memulihkan kondisi lahan, sehingga petani bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Azanuddin.

Ia juga mengakui bahwa proses rehabilitasi belum sepenuhnya maksimal, namun optimistis upaya yang dilakukan akan terus ditingkatkan. Pemerintah menargetkan percepatan penyelesaian bahkan sebelum pertengahan Mei 2026, dengan tetap mengacu pada ketentuan kontrak pekerjaan.

Adapun rincian sebaran lahan rusak sedang meliputi Babah Krueng seluas 37,4 hektare, Blang Dalam 16,9 hektare, dan Lueng Bimba 23,7 hektare, sementara sisanya tersebar di sejumlah titik lainnya di wilayah terdampak.

Percepatan rehabilitasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memulihkan ekonomi petani pascabanjir di Pidie Jaya.