ACEH SELATAN,Bersuarakita – Kecamatan Samadua menjadi salah satu contoh keberhasilan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Program ini mendorong keterlibatan pelaku usaha dan petani lokal dalam rantai pasok pangan, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Salah satu kisah inspiratif datang dari pelaku usaha lokal, Suhaida, yang berhasil memanfaatkan peluang dari program tersebut.
Suhaida mampu beradaptasi dengan kebutuhan dapur MBG dan dipercaya sebagai pemasok tetap bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia memilih berperan sebagai penyedia bahan pangan, khususnya buah-buahan, dibandingkan membangun dapur sendiri.
Berawal dari menyuplai satu dapur, kini usahanya berkembang dengan melayani beberapa dapur MBG setiap hari. Konsistensi dalam menjaga kualitas serta kemampuan memenuhi standar kebutuhan dapur menjadi kunci keberhasilannya.
“Kepercayaan ini kami jaga dengan memastikan kualitas dan menyesuaikan kebutuhan, mulai dari ukuran hingga standar penyajian,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut turut ditopang oleh kemitraan dengan petani lokal. Suhaida menjalin kerja sama langsung dengan kelompok tani untuk menjaga ketersediaan pasokan. Komoditas seperti semangka, melon, dan pisang dipasok dari berbagai daerah sesuai kebutuhan.
Di Samadua, pola kemitraan serupa juga mulai diterapkan oleh petani bawang. Adanya permintaan yang stabil dari program MBG memberikan kepastian pasar, sehingga berdampak pada peningkatan produksi dan pendapatan petani.
Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan pasokan dan fluktuasi harga, pelaku usaha tetap berupaya menjaga distribusi dengan memperluas jaringan kemitraan.
Dampak positif program ini juga dirasakan masyarakat sekitar. Usaha yang berkembang mampu menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari administrasi, penyortiran, distribusi hingga logistik.
Usaha Suhaida saat ini mempekerjakan sekitar 20 orang. Salah satu pekerja, Heni (51), mengaku sangat terbantu dengan adanya pekerjaan tersebut.
“Sekarang saya bisa membantu ekonomi keluarga dan memperbaiki kondisi rumah secara bertahap,” katanya.
Program MBG dinilai memiliki dampak strategis karena tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani menjadi kunci utama keberlanjutan program ini.
Masyarakat berharap program MBG dapat terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya, sehingga manfaatnya semakin dirasakan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.












