ACEH BARAT,Bersuarakita – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melanjutkan pembangunan Jembatan Alue Tampak di Kecamatan Kaway XVI sebagai salah satu proyek infrastruktur strategis yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jembatan rangka baja yang dibangun secara bertahap tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat setempat. Keberadaannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, memperkuat konektivitas kawasan, serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, mengatakan pembangunan Jembatan Alue Tampak dirancang dan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, namun tetap menjadi prioritas pemerintah untuk dituntaskan.
“Pembangunan jembatan ini dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah setiap tahunnya. Meski demikian, kami tetap berkomitmen agar setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan optimal sehingga target pembangunan dapat tercapai,” ujar Fadly Octora, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, Jembatan Alue Tampak dirancang sebagai jembatan rangka baja dengan bentang sepanjang 2 x 60 meter. Dengan dimensi tersebut, pelaksanaan pekerjaan membutuhkan perencanaan dan pengawasan teknis yang cermat guna menjamin kualitas serta keamanan konstruksi.
Fadly menjelaskan, progres pembangunan jembatan terus menunjukkan perkembangan positif. Pada Tahun Anggaran 2024, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menyelesaikan pembangunan abutmen atau pilar penyangga ujung jembatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,5 miliar.
Selanjutnya pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Barat untuk melanjutkan pembangunan. Pada tahap ini, pekerjaan difokuskan pada pembangunan pilar tengah (pier) sebagai struktur utama penyangga bentang jembatan.
Proyek lanjutan tersebut saat ini dikerjakan oleh CV Nagah Berlian dan ditargetkan selesai sesuai jadwal kontrak pada November 2026.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku, pembangunan Jembatan Alue Tampak juga mendapat pendampingan hukum dari Kejaksaan Negeri Aceh Barat.
“Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai mutu dan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam kontrak, sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Fadly.












