Daerah  

Rombak Birokrasi, Bupati Pidie Jaya Lantik 21 Pejabat Eselon II; 12 Jabatan Strategis Segera Dibuka

PIDIE JAYA,Bersuarakita – Perombakan besar di jajaran birokrasi kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Bupati Sibral Malasyi bersama Wakil Bupati Hasan Basri resmi melantik 21 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) dalam sebuah pelantikan yang menjadi bagian dari restrukturisasi besar organisasi perangkat daerah.

Pelantikan ini disebut sebagai langkah penyegaran birokrasi sekaligus upaya memperkuat kinerja pemerintahan daerah melalui sistem merit dan hasil uji kompetensi yang sebelumnya telah dilakukan terhadap para pejabat.

Namun di balik pelantikan tersebut, pemerintah daerah mengakui masih terdapat 12 jabatan strategis yang belum terisi.

Bupati Sibral Malasyi mengatakan kekosongan itu akan segera diisi melalui mekanisme seleksi terbuka (open bidding) setelah seluruh proses administrasi dan koordinasi dengan kementerian terkait selesai dilakukan.

“Kita ingin memastikan bahwa pengisian jabatan benar-benar melalui mekanisme yang transparan dan profesional. Karena itu proses seleksi terbuka akan segera kita lakukan untuk mengisi posisi yang masih kosong,” kata Sibral.

Menurutnya, pejabat yang baru dilantik telah melewati proses uji kompetensi yang objektif serta mendapatkan rekomendasi dari panitia seleksi. Penempatan jabatan dilakukan berdasarkan kapasitas dan rekam jejak kinerja aparatur, bukan karena pertimbangan kepentingan tertentu.

Ia menegaskan bahwa profesionalisme aparatur menjadi kunci utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

“Penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kemampuan dan kebutuhan organisasi. Tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi maupun kelompok dalam proses ini,” tegasnya.

Dalam arahannya, Bupati juga memberikan sejumlah pesan kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia meminta seluruh pimpinan OPD bekerja cepat, menjaga integritas serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Selain itu, para pejabat juga didorong untuk menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pejabat harus mampu bekerja efektif, berinovasi, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya,” ujar Sibral.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga memastikan bahwa kekosongan jabatan yang muncul akibat rotasi dan pergeseran posisi akan segera diisi. Langkah ini dilakukan agar roda pemerintahan tetap berjalan stabil dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Dengan pelantikan ini, struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya diharapkan semakin solid dalam mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.

Kontributor : Jamal Pangwa