Daerah  

RSUD Yuliddin Away Tapaktuan Hadapi Kendala Pelayanan Akibat Padam Listrik Berkepanjangan

ACEH SELATAN, Bersuarakita – Pemadaman listrik total yang melanda Aceh Selatan provinsi Aceh sejak Rabu hingga sabtu, 26–29 November 2025, melumpuhkan sejumlah fasilitas publik.

Salah satu yang terdampak paling serius adalah layanan kesehatan di RSUD dr. H. Yulidin Away (RSUD-YA) Tapaktuan. Seluruh sistem berbasis Listrik mulai dari peralatan medis hingga aplikasi layanan pasien ikut terganggu.

Pelaksana tugas Direktur BLUD RSUD-YA Tapaktuan, dr. Erizaldi, M. Kes, Sp.OG membenarkan gangguan besar tersebut.

“Hampir seluruh peralatan medis dan sistem pelayanan kami bergantung pada listrik. Saat listrik padam, tidak ada sistem yang berjalan normal,” ujar Erizaldi kepada wartawan, Jumat, 28 November 2025.

Menurut dia, pemadaman beruntun itu membuat aplikasi server untuk antrian online rawat jalan tak dapat diakses. Sejumlah peralatan kesehatan modern juga tak bisa difungsikan karena sensitif terhadap arus listrik yang tidak stabil.

“Ini berdampak langsung terhadap mutu pelayanan medis. Kami berharap masyarakat memaklumi situasi ini,” katanya.

RSUD-YA sebenarnya memiliki genset. Namun kapasitasnya tak sebanding dengan kebutuhan listrik rumah sakit yang terus meningkat seiring pengadaan alat kesehatan baru.

“Genset tidak mampu mengoperasikan seluruh fasilitas. Jika dipaksakan, risiko kerusakan alat justru makin besar,” ucapnya.

Di luar gangguan teknis, persoalan lain ikut muncul. Persediaan obat, oksigen, dan bahan medis habis pakai kian menipis lantaran pasokan logistik tersendat akibat banjir dan longsor di sejumlah titik. Jalur transportasi ambulans juga terganggu.

“Kami mendapat laporan jalan di kawasan Lamie, Nagan Raya, belum bisa dilalui. Air menggenangi badan jalan dan beberapa titik mengalami longsor,” ujar Erizaldi.

Manajemen rumah sakit pun menyampaikan imbauan kepada warga Aceh Selatan dan daerah sekitar agar memahami situasi darurat ini.

“Kami memohon kesabaran para pasien dan keluarga. Kami berusaha semaksimal mungkin menjaga layanan di tengah kondisi ekstrem ini. Semoga cuaca segera pulih dan seluruh sistem kembali normal,” kata Erizaldi.