PIDIE JAYA,Bersuarakita – Sembilan belas tahun lalu, Pidie Jaya lahir sebagai daerah otonom baru hasil pemekaran dari Kabupaten Pidie. Saat itu, banyak pihak memandang kabupaten yang berada di pesisir utara Aceh tersebut sebagai daerah kecil dengan berbagai keterbatasan. Namun, hampir dua dekade berselang, Pidie Jaya terus berbenah dan menunjukkan kemampuannya untuk tumbuh di tengah berbagai tantangan.
Pada 15 Juni 2026, Kabupaten Pidie Jaya genap berusia 19 tahun. Di usia yang masih relatif muda dalam perjalanan pemerintahan daerah, kabupaten yang terdiri dari 8 kecamatan dan 222 gampong (desa) itu terus menorehkan perkembangan di berbagai sektor pembangunan.
Terletak di jalur strategis Banda Aceh-Medan, Pidie Jaya memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat dengan hamparan sawah produktif yang selama ini menjadi salah satu penyangga pangan di Aceh. Selain itu, potensi kelautan dan perikanan di kawasan pesisir serta sektor perkebunan turut menjadi kekuatan ekonomi yang menopang kehidupan masyarakat. Namun perjalanan menuju usia 19 tahun bukanlah perjalanan yang mudah.
Sejak awal berdiri, Pidie Jaya harus menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, kebutuhan pelayanan publik yang terus meningkat, hingga berbagai bencana alam yang beberapa kali menguji ketahanan daerah dan masyarakatnya.
Berbagai fase sulit pernah dilalui. Mulai dari upaya membangun pusat pemerintahan, meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat pelayanan pendidikan dan kesehatan, hingga menghadapi dampak bencana yang memengaruhi kehidupan masyarakat dan sektor ekonomi.
Kini, perubahan itu mulai terlihat. Infrastruktur jalan, fasilitas pelayanan publik, kawasan perkantoran, sarana pendidikan, hingga sektor pertanian terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Pidie Jaya perlahan membangun fondasi untuk menjadi daerah yang lebih maju dan kompetitif.
Di bawah kepemimpinan Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., bersama Wakil Bupati Hasan Basri, S.T., M.M., pemerintah daerah terus berupaya mendorong percepatan pembangunan dengan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan sektor unggulan daerah.
Meski masih menghadapi berbagai tantangan, optimisme terus tumbuh di tengah masyarakat. Potensi pertanian yang besar, sumber daya kelautan yang melimpah, serta semangat gotong royong masyarakat menjadi modal penting bagi Pidie Jaya untuk melangkah ke masa depan.
Memasuki usia ke-19 tahun, Pidie Jaya tidak lagi sekadar dikenal sebagai daerah pemekaran. Kabupaten ini tengah bertransformasi menjadi salah satu kawasan yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi di Aceh.
Perjalanan itu memang belum selesai. Namun dari sebuah daerah yang lahir dengan berbagai keterbatasan, Pidie Jaya kini terus bergerak menulis babak baru pembangunan, membawa harapan bahwa usia 19 tahun bukan sekadar angka, melainkan awal menuju kematangan sebagai daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing.












