ACEH SELATAN,Bersuarakita – Kondisi ruas jalan nasional Blangpidie–Tapaktuan di kawasan pemandian Air Terjun Ie Dingen, tepatnya di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, dikeluhkan warga.
Jalan yang berlubang dan bergelombang di area tikungan tajam disebut kerap memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat sedikitnya dua titik kerusakan yang cukup parah. Kondisi badan jalan terlihat kupak-kapik dan menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Titik pertama berada di tikungan dekat warung makan, sementara titik kedua berada di turunan menuju tanjakan Air Dingin.
Seorang warga setempat, Misbahuddin, mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut sebelumnya sempat diperbaiki melalui tambal sulam usai pemberitaan media pada akhir Februari 2026. Namun, perbaikan dinilai tidak maksimal karena dikerjakan saat musim hujan.
“Ruas jalan ini sudah pernah diperbaiki, tetapi tambal sulam yang dilakukan tidak sempurna. Sekarang kondisinya malah lebih parah dan bergundukan,” ujar Misbahuddin, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, dalam beberapa malam terakhir, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di lokasi tersebut. Banyak pengendara motor terjatuh akibat tidak mampu menghindari lubang di tikungan tajam, terutama bagi mereka yang belum familiar dengan kondisi jalan.
“Beberapa malam terakhir sering ada pengendara terjatuh dan harus dilarikan ke rumah sakit. Bahkan kemarin malam, ada oknum kepolisian juga mengalami kecelakaan di titik itu. Kami khawatir bisa menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Menurutnya, selain kondisi jalan yang sempit, keberadaan lubang dan gelombang di tikungan membuat risiko kecelakaan semakin tinggi. Ia pun mengaku kerap memberikan pertolongan kepada korban yang terjatuh di lokasi tersebut.
Warga mendesak pihak terkait, khususnya PUPR UPTD Wilayah IV Meulaboh, untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh dan tidak sekadar tambal sulam.
“Kami minta segera ditangani serius. Jangan sampai terus terjadi kecelakaan. Perlu perbaikan optimal sebelum ada korban jiwa,” tegasnya.
Di sisi lain, warga juga mengapresiasi langkah cepat PUPR yang sebelumnya telah melakukan perbaikan jalan pada 25 Februari 2026. Namun, mereka menilai perbaikan di titik rawan tersebut harus dilakukan lebih maksimal karena tingkat kerawanannya cukup tinggi.
“Ini bentuk kepedulian kami agar tidak ada korban. Demi keselamatan dan kenyamanan pengendara, perbaikannya harus benar-benar optimal,” tutupnya.












