ACEH SELATAN,Bersuarakita – Upaya penguatan ketahanan pangan berbasis desa mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Aceh Selatan. Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Harapan Bersama di Gampong Tepi Air, Kecamatan Tapaktuan, kini sukses mengembangkan budidaya puyuh petelur dengan produksi mencapai ribuan butir setiap hari.
Direktur BUMG Harapan Bersama, Asmadi, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2025 tersebut mulai memasuki fase panen yang menjanjikan. Saat ini, populasi puyuh yang dikelola telah mencapai 3.000 ekor dengan tingkat produksi harian berkisar 2.500 hingga 2.600 butir telur.
“Budidaya ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan tahun 2025. Alhamdulillah, saat ini produksinya sudah stabil di angka 2.500 sampai 2.600 butir per hari,” ujar Asmadi, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, usaha tersebut awalnya dimulai pada Oktober 2025 dengan populasi 1.000 ekor. Produksi perdana terjadi pada Desember 2025, dan dalam kurun waktu beberapa bulan mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 3.000 ekor.
“Perkembangannya cukup pesat. Dari 1.000 ekor kini menjadi 3.000 ekor. Meski kecil, tetapi manfaatnya nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Menurut Asmadi, keputusan mengembangkan budidaya puyuh petelur merupakan hasil musyawarah bersama masyarakat, perangkat desa, tuha peut, serta pengurus BUMG. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Keuchik Gampong Tepi Air, Devi Masrul, dan Ketua Tuha Peut, Mursyid Hanif.
Sementara itu, Keuchik Tepi Air, Devi Masrul, optimistis potensi ini dapat menjadi identitas baru bagi desanya.
“Kami berharap ke depan Gampong Tepi Air bisa dikenal sebagai ‘Desa Puyuh’. Dengan wilayah yang tidak terlalu luas namun padat penduduk, potensi ini sangat mungkin dikembangkan secara maksimal,” ujarnya.
Meski produksi terus meningkat, BUMG Harapan Bersama masih menghadapi tantangan dalam hal pemasaran. Produksi harian yang mencapai ribuan butir telur belum sepenuhnya terserap pasar secara optimal.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah desa mendorong pengurus BUMG menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, seperti pelaku usaha sembako, rumah makan, jasa katering, hingga program Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), baik di dalam maupun luar daerah.
“Produksi sudah tinggi, tinggal bagaimana menembus pasar. Kerja sama harus diperluas agar penyerapan hasil produksi lebih maksimal, apalagi pemerintah juga mendorong penggunaan produk lokal,” jelas Devi Masrul.
Pemerintah gampong menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan usaha ini sebagai langkah menuju desa mandiri pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan produk lokal dengan membeli langsung telur puyuh dari BUMG Harapan Bersama.
“Mari kita bergerak bersama memanfaatkan potensi lokal. Jangan lagi bergantung pada pasokan dari luar. Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin membeli atau bekerja sama,” tutupnya.












