ACEH SELATAN, Bersuarakita – Seorang pendonor darah dilaporkan mengeluhkan tidak adanya pemberian makanan tambahan (extra fooding) usai mendonorkan darah di RSUD Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan, Sabtu (30/5/2026).
Informasi tersebut disampaikan Ketua Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS), T. Sukandi. Ia mengatakan, berdasarkan keterangan yang diterimanya, pendonor tersebut mengalami pusing setelah proses donor darah selesai.
Menurut Sukandi, pendonor kemudian menanyakan kepada petugas medis terkait ketersediaan makanan tambahan sebagaimana yang pernah diterima sebelumnya.
“Petugas menyampaikan bahwa saat ini tidak ada lagi anggaran untuk extra fooding bagi pendonor,” ujar Sukandi, mengutip pengakuan pendonor.
Secara umum, pemberian makanan tambahan bagi pendonor darah memang tidak diatur secara khusus dalam regulasi.
Namun demikian, sejumlah rumah sakit di berbagai daerah menyediakan fasilitas tersebut sebagai bentuk perhatian sekaligus membantu pemulihan kondisi pendonor pascadonor.
Sukandi menilai kebijakan tersebut tetap perlu menjadi perhatian pihak rumah sakit. Menurutnya, dukungan sederhana seperti makanan tambahan dapat membantu menjaga kondisi kesehatan pendonor.
“Ini bukan kewajiban yang diatur secara regulasi, tetapi lebih kepada bentuk kepedulian agar pendonor tidak mengalami dampak setelah donor darah,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, layanan kesehatan di RSUDYA Tapaktuan saat ini disebut menghadapi sejumlah keterbatasan, termasuk persoalan pembiayaan. Salah satunya terkait pembayaran jasa layanan medis yang disebut belum sepenuhnya terpenuhi.
Di sisi lain, Sukandi menyoroti masih terbatasnya ketersediaan stok darah di wilayah Aceh Selatan. Meski fasilitas transfusi darah telah tersedia dan bekerja sama dengan PMI, kebutuhan darah di daerah tersebut disebut masih kerap mengalami kekurangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUDYA Tapaktuan belum memberikan keterangan resmi terkait informasi penghentian anggaran makanan tambahan bagi pendonor darah tersebut.












