Daerah  

Setiap Hari Beredar di WhatsApp, Jeritan Keluarga Pasien Mencari Donor Darah di RSUD Pidie Jaya Belum Juga Berhenti

PIDIE JAYA,Bersuarakita – Hampir setiap hari, grup-grup WhatsApp di Kabupaten Pidie Jaya dan wilayah sekitarnya diwarnai pesan yang sama: permohonan bantuan donor darah untuk pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Fenomena yang terus berulang ini kembali terjadi. Kali ini, keluarga Iskandar Bin Syuib, warga Desa Dayah Timu, Kecamatan Meureudu, terpaksa mengandalkan kepedulian masyarakat setelah kesulitan mendapatkan stok darah yang dibutuhkan untuk pengobatan di RSUD Pidie Jaya.

Iskandar saat ini membutuhkan tiga kantong darah golongan A positif (A+) guna mendukung proses penanganan medis yang sedang dijalaninya. Keterbatasan ketersediaan darah membuat keluarga harus menyebarkan permohonan bantuan melalui berbagai grup WhatsApp dan media sosial.

Di balik pesan singkat yang beredar luas tersebut, tersimpan kecemasan mendalam dari keluarga yang sedang berjuang mempertahankan harapan kesembuhan orang yang mereka cintai. Setiap waktu menjadi sangat berharga ketika kebutuhan darah belum terpenuhi, sementara kondisi pasien memerlukan penanganan yang cepat.

“Kami memohon bantuan dan kepedulian masyarakat yang memenuhi syarat untuk mendonorkan darah demi keselamatan pasien,” tulis keluarga dalam pesan yang beredar.

Kondisi ini kembali menyoroti persoalan ketersediaan stok darah di daerah. Tidak sedikit keluarga pasien yang terpaksa mencari pendonor secara mandiri melalui jejaring pertemanan, media sosial, hingga grup-grup WhatsApp karena kebutuhan darah yang mendesak.

Bagi keluarga pasien, pencarian donor darah bukan sekadar upaya administratif, melainkan perlombaan dengan waktu. Satu kantong darah dapat menjadi penentu keberlangsungan proses pengobatan, bahkan harapan hidup seseorang.

Masyarakat yang memiliki golongan darah A+ dan bersedia membantu dapat menghubungi pihak keluarga melalui nomor 0852-6055-2731.

Keluarga berharap informasi ini dapat tersebar lebih luas sehingga kebutuhan darah untuk Iskandar segera terpenuhi dan proses pengobatan dapat berjalan tanpa hambatan.

Di tengah keterbatasan yang ada, uluran tangan para pendonor menjadi harapan besar bagi pasien dan keluarga yang tengah menghadapi masa-masa penuh ketidakpastian.