Daerah  

HUT Pidie Jaya Diwarnai Festival Islami Sepekan, Dari Tahfiz Al-Qur’an hingga Pawai Mobil Hias

PIDIE JAYA,Bersuarakita – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memilih cara berbeda dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) daerah tahun 2026. Alih-alih menghadirkan hiburan semata, perayaan tahun ini dikemas dengan nuansa religius melalui rangkaian festival Islami yang berlangsung selama sepekan dan dipadukan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat identitas daerah sebagai kabupaten yang menjunjung nilai-nilai syariat Islam sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, budaya, dan olahraga.

Mengusung tema “Bangkit Bersyariat dan Pulih Bersama”, perayaan HUT Pidie Jaya tahun ini menghadirkan puluhan agenda yang melibatkan pelajar, santri, aparatur pemerintah, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.

Festival Islami menjadi agenda utama yang digelar selama tiga hari berturut-turut. Berbagai perlombaan seperti hafalan Juz Amma, hafalan doa harian, kaligrafi, tilawah Al-Qur’an, tartil Al-Qur’an, pidato Bahasa Arab, cerdas cermat Islam, hingga lomba azan dan istikamah akan menjadi ajang unjuk kemampuan generasi muda Pidie Jaya.

Tak hanya itu, panitia juga menggelar dialog interaktif keagamaan, simulasi shalat jenazah, shalat berjamaah, serta lomba dalail khairat yang menjadi bagian dari tradisi keislaman masyarakat Aceh.

Perayaan HUT juga diramaikan dengan kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Sejumlah pelaku usaha lokal akan dilibatkan dalam pameran dan bazar UMKM kreatif untuk mempromosikan produk unggulan daerah.

Sementara itu, kegiatan donor darah, jalan sehat, turnamen bulu tangkis, gala dinner, hingga karnaval dan pawai mobil hias turut disiapkan sebagai wadah mempererat kebersamaan masyarakat.

Puncak kegiatan akan ditutup dengan zikir dan tausiah yang diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus memperkuat semangat persatuan masyarakat dalam membangun Pidie Jaya pasca berbagai tantangan yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Sibral Malasyi, peringatan HUT Pidie Jaya bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum membangkitkan optimisme masyarakat untuk terus bergerak maju dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan budaya lokal.

“Perayaan ini menjadi ruang kebersamaan seluruh masyarakat. Kita ingin HUT Pidie Jaya tidak hanya meriah, tetapi juga memberi nilai edukasi, syiar Islam, serta mendorong kebangkitan ekonomi dan sosial masyarakat,” ujarnya.

Dengan rangkaian kegiatan yang sarat nuansa religius, HUT Pidie Jaya 2026 diproyeksikan menjadi salah satu perayaan hari jadi daerah yang paling kental dengan nilai-nilai syariat Islam di Aceh.