Daerah  

Wakil Bupati Resmikan Mushalla H. Muhammad Kasim, Wujud Mimpi Ujang Kasim yang Dibangun dari Gaji dan Doa

ACEH SELATAN, Bersuarakita – Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada keluarga besar H. Muhammad Kasim serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Mushalla H. Muhammad Kasim di Dusun Padang Paweh, Desa Suaq Hulu, Kecamatan Samadua.

Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan mushalla yang dibangun melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat setempat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang tulus kepada keluarga besar H. Muhammad Kasim serta seluruh pihak yang telah ikut serta, baik secara materi, tenaga maupun pikiran dalam pembangunan mushalla yang indah ini,” ujar H. Baital Mukadis dalam sambutannya.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.

Wakil Bupati menegaskan bahwa kehadiran Mushalla H. Muhammad Kasim bukan hanya menjadi simbol syukur masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan dan penguatan ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekitar.

“Yang lebih penting dari membangun fisik mushalla adalah membangun jamaah dan memakmurkannya. Mushalla ini harus menjadi pusat ibadah, syiar Islam, sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan merawat fasilitas mushalla agar tetap nyaman digunakan oleh generasi mendatang.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang berdampak positif bagi pembentukan karakter masyarakat yang religius dan berakhlakul karimah.

“Semoga Mushalla H. Muhammad Kasim ini membawa berkah, kedamaian, dan ketenteraman bagi masyarakat sekitar serta seluruh masyarakat Aceh Selatan,” tuturnya.

Berawal dari Niat dan Tabungan Gaji

Sementara itu, tokoh perantau asal Aceh Selatan yang juga penggagas pembangunan mushalla, Kasmarizal atau yang akrab disapa Ujang Kasim, mengungkapkan bahwa pembangunan rumah ibadah tersebut berawal dari sebuah niat sederhana yang telah lama ia simpan.

Ia mengaku sejak awal berkeinginan membangun sebuah mushalla kecil apabila diberikan rezeki oleh Allah SWT. Niat tersebut kemudian mendapat dukungan penuh dari sang istri, sehingga keduanya mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung.

“Awalnya saya hanya berniat membangun mushalla kecil. Alhamdulillah, niat itu terus saya pegang ke mana pun saya bekerja. Saya dan istri menabung dari gaji kami sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa mewujudkan pembangunan mushalla ini,” ungkap Ujang Kasim.

Momen yang semakin menguatkan tekadnya terjadi saat menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Ketika berada di depan Ka’bah, ia memanjatkan doa agar diberikan kemudahan untuk membangun rumah ibadah bagi masyarakat kampung halamannya.

“Ketika di Mekkah saya berdoa di depan Ka’bah agar Allah memudahkan cita-cita membangun mushalla ini. Alhamdulillah, doa itu akhirnya dikabulkan,” kenangnya.

Menariknya, desain Mushalla H. Muhammad Kasim dibuat sendiri oleh Ujang Kasim. Ia memilih konsep minimalis tanpa kubah yang terinspirasi dari berbagai rumah ibadah yang pernah ia lihat selama bekerja di sejumlah negara seperti China, Belanda, dan Swiss.

Konsep tersebut dipadukan dengan taman yang dihiasi bunga-bunga sebagai simbol keindahan dan kenyamanan lingkungan ibadah.

Lebih dari sekadar bangunan, mushalla ini juga memiliki nilai emosional tersendiri bagi dirinya. Ujang Kasim bahkan telah menyampaikan keinginannya agar kelak dimakamkan di samping mushalla yang dibangunnya tersebut.

“Jika Allah mengizinkan, saya ingin dimakamkan di samping mushalla ini. Ini adalah bentuk kecintaan saya kepada kampung halaman dan rumah ibadah yang kami bangun bersama keluarga,” ujarnya.

Peresmian Mushalla H. Muhammad Kasim menjadi momentum penting yang menunjukkan bagaimana sebuah niat baik, ketekunan, dan kepedulian sosial dapat melahirkan fasilitas keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir sepanjang masa.