Daerah  

Dari Mimbar Tilawah ke Panggung Prestasi: Festival Islami HUT ke-19 Pidie Jaya Cetak Bintang-Bintang Qurani Baru

PIDIE JAYA,Bersuarakita – Semangat syiar Islam menggema dari Gedung MTQ Pidie Jaya. Festival Islami yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Pidie Jaya dan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melahirkan sederet talenta muda yang menunjukkan bahwa generasi Qurani terus tumbuh kuat di Tanah Rencong.

Ratusan peserta dari sekolah, dayah, balai pengajian, hingga gampong di seluruh Pidie Jaya bersaing dalam berbagai cabang perlombaan keagamaan. Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga panggung lahirnya calon-calon duta Al-Qur’an yang diproyeksikan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Sorotan utama tertuju pada Haikal Al Farisi yang tampil memukau pada cabang Tilawatil Qur’an Putra usia 15–18 tahun. Dengan lantunan ayat suci yang merdu dan penguasaan tajwid yang kuat, Haikal berhasil meraih Juara I sekaligus mencatat nilai tertinggi, yakni 109 poin.

Di kategori Azan usia 4–10 tahun, Muhammad Syakir dari SD Negeri 2 Jangka Buya mencuri perhatian dewan hakim. Suara lantang dan penghayatan yang matang mengantarkannya meraih nilai tertinggi 97 poin.

Sementara itu, Nada Izzatunnisa dari SD Negeri 7 Trienggadeng tampil sebagai yang terbaik pada cabang Tartil Putri usia 4–10 tahun dengan nilai 92. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an telah tumbuh sejak usia dini di tengah masyarakat Pidie Jaya.

Tak kalah menarik, persaingan sengit juga terjadi pada cabang Dalail Khairat Utusan Gampong. Gampong Uteun Bayu, Kecamatan Bandar Dua, sukses keluar sebagai juara dengan nilai 278. Sedangkan pada lomba Cerdas Cermat Islam tingkat SMA/MA/Dayah sederajat, MUQ Pidie Jaya mendominasi dengan perolehan nilai 1.200. Untuk tingkat SMP/MTs/Dayah sederajat, SMP Negeri 1 Bandar Baru tampil sebagai yang terbaik dengan torehan nilai fantastis 1.525.

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, menyebut Festival Islami bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan investasi besar dalam membangun generasi masa depan yang berkarakter, religius, dan berdaya saing.

“Prestasi yang diraih hari ini merupakan hasil kerja bersama keluarga, sekolah, dayah, dan masyarakat. Pemerintah daerah akan terus mendukung program-program yang melahirkan generasi Qurani yang cerdas dan berakhlak mulia,” ujar Sibral.

Menurutnya, para juara yang lahir dari festival ini merupakan simbol keberhasilan pembinaan pendidikan Islam yang terus berkembang di Pidie Jaya. Ia berharap para pemenang tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan untuk bersaing pada level yang lebih tinggi.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, menegaskan bahwa Festival Islami telah menjadi momentum strategis dalam memperkuat syiar Islam sekaligus membangun budaya kompetisi yang sehat di kalangan generasi muda.

“Festival ini bukan hanya melahirkan pemenang, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan semangat bersama dalam membangun Pidie Jaya yang maju, religius, dan berkarakter,” katanya.

Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, Festival Islami HUT ke-19 Pidie Jaya menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an tetap tumbuh subur. Dari panggung sederhana di Gedung MTQ, lahir generasi-generasi muda yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan Islam dan daerahnya.