Daerah  

DSI Aceh Gelar Pawai Syiar 1 Muharram 1448 H, 50 Grup Pelajar Siap Meriahkan Banda Aceh

BANDA ACEH,Bersuarakita – Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Banda Aceh dan sekitarnya akan memeriahkan Pawai Syiar 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar pada Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam yang diselenggarakan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman.

Pawai tersebut akan diikuti peserta dari tingkat PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA. Sebanyak 50 grup peserta dipastikan ambil bagian dengan menampilkan berbagai kreativitas, atraksi, dan nuansa syiar Islami yang mengusung semangat hijrah serta penguatan nilai-nilai keislaman di kalangan generasi muda.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, panitia telah menetapkan rute berbeda bagi setiap jenjang pendidikan. Peserta tingkat PAUD/TK akan bergerak dari Lapangan Blang Padang menuju Pendopo Gubernur Aceh dan berakhir di Museum Aceh.

Sementara itu, peserta SD/MI akan menempuh rute dari Lapangan Blang Padang menuju Simpang Jam, melintasi Pendopo Gubernur Aceh dan Simpang Kodim, sebelum finis di kawasan Masjid Raya Baiturrahman melalui pintu parkir bawah sebelah utara.

Adapun peserta tingkat SMP/MTs serta SMA/SMK/MA akan menempuh rute yang lebih panjang. Dari Lapangan Blang Padang, rombongan akan bergerak menuju Simpang Jam, Pendopo Gubernur, Simpang Kodim, melintasi pintu menara Masjid Raya Baiturrahman, Jembatan Pante Pirak, Simpang Lima, kawasan Kodam melalui Jalan Sri Ratu Safiatuddin, Rex Peunayong, Jembatan Peunayong, Merduati (PLN), Pasar Aceh, hingga berakhir di pintu utara Masjid Raya Baiturrahman.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi dan kreativitas peserta, panitia menyiapkan total hadiah senilai Rp40.050.000. Selain itu, uang pembinaan sebesar Rp25.000.000 juga akan dibagikan kepada seluruh peserta yang mengikuti pawai.

Penilaian akan difokuskan pada kesesuaian tema Muharram, kreativitas, inovasi, kekompakan, serta penampilan yang mencerminkan nilai-nilai Islami.

Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Abu Tgk H Muhammad Ali atau yang akrab disapa Abu Paya Pasi, mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi dan penguatan semangat hijrah.

“Momentum Muharram bukan hanya pergantian angka dalam kalender Hijriah, tetapi menjadi kesempatan memperbarui niat, memperkuat ukhuwah, dan memperbanyak amal kebajikan. Mari hadir, ramaikan pawai ini dengan semangat syiar dan jadikan Muharram sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Senada dengan itu, Ketua Pengelola Hari-Hari Besar Islam (PHB) Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Muhammad Balia, menyebutkan seluruh persiapan pelaksanaan Pawai Syiar 1 Muharram telah rampung.

Menurutnya, koordinasi dengan berbagai instansi terkait terus dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Persiapan meliputi pengaturan rute, penempatan petugas, kesiapan lokasi finis, hingga mekanisme penilaian peserta.

“Alhamdulillah, seluruh persiapan sudah matang. Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pawai. Insya Allah kegiatan ini siap dilaksanakan sesuai jadwal,” kata Balia.

Ia berharap, peringatan Tahun Baru Islam di Banda Aceh tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat hijrah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat Aceh.

Selain pawai, DSI Aceh juga menggelar Malam Muhasabah Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman pada Senin malam ba’da salat Isya. Kegiatan tersebut menghadirkan ulama Aceh, Abu Muda H Ibnu Aqil Baidhawi atau Abu Muda Bakongan, Pimpinan Dayah Ashabul Yamin Bakongan, Aceh Selatan, untuk menyampaikan tausiah dan menguatkan spiritual masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Hijriah.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, DSI Aceh berharap semangat Tahun Baru Islam dapat menjadi sarana edukasi, penguatan syiar Islam, serta pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.