PIDIE JAYA,Bersuarakita – Di hadapan ribuan masyarakat, Bupati Sibral Malasyi mengumumkan kabar yang selama ini dinanti publik: pembangunan jalan dua jalur di wilayah Kabupaten Pidie Jaya akan mulai direalisasikan pada tahun 2026.
Pernyataan itu disampaikan saat Musrenbang RKPK 2027 yang digelar Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Menurut Sibral, proyek strategis pertama adalah pembangunan jalan dua jalur di lintas nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya dari Kecamatan Meurah Dua hingga kawasan Desa Beuracan. Proyek ini akan dikerjakan oleh pemerintah pusat dan menjadi bagian dari peningkatan konektivitas antarwilayah di Aceh.
“Insya Allah tahun ini mulai dilaksanakan oleh pemerintah pusat,” ujar Sibral di hadapan peserta Musrenbang.
Tak hanya itu, proyek kedua juga menyasar jalan provinsi di kawasan Kota Meureudu. Ruas dari Desa Teupin Pukat hingga Desa Rhing akan ditingkatkan menjadi jalan dua jalur pada tahun yang sama.
Langkah ini dinilai akan berdampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Pidie Jaya.
Lebih jauh, Sibral menegaskan bahwa pembangunan tersebut bukan sekadar program rutin, melainkan bagian dari komitmen politiknya sejak masa kampanye.
“Ini merupakan janji politik kami yang insya Allah mulai terealisasi tahun ini,” tegasnya.
Selama ini, kondisi infrastruktur jalan di sejumlah titik di Pidie Jaya memang kerap menjadi keluhan masyarakat, terutama terkait kemacetan dan keterbatasan akses transportasi di jalur utama.
Dengan dimulainya proyek jalan dua jalur ini, pemerintah daerah berharap terjadi percepatan pembangunan kawasan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Kini, perhatian publik tertuju pada realisasi di lapangan apakah proyek ambisius ini berjalan sesuai rencana dan mampu menjawab harapan masyarakat yang telah lama menanti.












