PIDIE JAYA,Bersuarakita – Tidak semua pejabat dikenang karena jabatan yang pernah diemban. Sebagian dikenang karena sikap, ketulusan, dan cara mereka memperlakukan orang lain. Itulah yang kini dirasakan banyak aparatur sipil negara (ASN) dan petani di Kabupaten Pidie Jaya saat melepas masa purna tugas Rusdi, SP, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya.
Setelah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri sebagai aparatur negara, Rusdi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya di birokrasi pemerintahan. Namun bagi banyak orang, pensiun bukanlah akhir dari pengabdian seorang Rusdi.
Di lingkungan Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, sosok pria kelahiran Trienggadeng, 25 Mei 1968 itu dikenal sebagai figur yang sederhana, rendah hati, dan dekat dengan bawahan. Karakter santun yang melekat pada dirinya membuat kehadirannya diterima di berbagai kalangan, mulai dari staf kantor hingga para petani yang selama ini menjadi mitra kerjanya.
“Beliau bukan hanya atasan, tetapi juga tempat bertanya dan belajar. Cara beliau membimbing bawahan membuat kami merasa dihargai,” ungkap salah seorang pegawai di lingkungan Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya.
Karier Rusdi di dunia birokrasi dimulai pada tahun 1991. Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Jabal Ghafur itu mengawali pengabdian sebagai ASN sebelum menapaki berbagai posisi strategis di bidang pertanian.
Sejumlah jabatan penting pernah diembannya, mulai dari Pelaksana Tugas Kasubsi Pemanfaatan Sumber Daya, Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas, Kepala Seksi Bina Produksi dan Usaha Tani, Kepala Seksi Pengembangan Lahan, hingga Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Perjalanan panjang itu mencapai puncaknya ketika ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya sejak tahun 2017 hingga memasuki masa purna tugas.
Selama bertahun-tahun mengabdi, Rusdi turut menjadi bagian dari berbagai program pembangunan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Pidie Jaya. Ia berada di balik berbagai upaya peningkatan produksi pangan, pengembangan lahan pertanian, hingga pendampingan petani menghadapi tantangan perubahan iklim dan bencana alam.
Bagi para petani, Rusdi bukan sekadar pejabat pemerintah. Ia dikenal sebagai sosok yang mudah ditemui dan tidak segan turun langsung ke lapangan untuk mendengar persoalan yang dihadapi petani.
Kepergian Rusdi dari dunia birokrasi meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak. Di tengah dinamika pemerintahan yang terus berubah, keteladanan, kesederhanaan, dan dedikasi yang ia tunjukkan selama puluhan tahun menjadi warisan yang sulit tergantikan.
Kini, setelah 35 tahun lebih mengabdikan diri kepada negara dan masyarakat, Rusdi meninggalkan meja kerjanya dengan kepala tegak. Ia mungkin telah menuntaskan tugas sebagai ASN, tetapi jejak pengabdiannya akan tetap hidup di tengah para pegawai dan petani yang pernah merasakan sentuhan kepemimpinannya.
Bagi Pidie Jaya, nama Rusdi bukan hanya bagian dari sejarah birokrasi pertanian. Ia adalah salah satu potret pengabdian yang membuktikan bahwa jabatan akan berakhir, tetapi keteladanan akan selalu dikenang.












