Daerah  

Modus Slip Transfer Palsu Beraksi, Penipu Catut Foto Sekda Aceh Selatan dan Raup Uang Korban

ACEH SELATAN, Bersuarakita – Modus penipuan digital dengan mencatut identitas pejabat publik kembali terjadi dan berhasil memakan korban. Kali ini, pelaku menggunakan foto serta nama Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, untuk memperdaya warga melalui aplikasi WhatsApp dengan trik “slip transfer palsu”.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (29/5/2026) itu menunjukkan semakin maraknya praktik kejahatan siber berbasis rekayasa sosial (social engineering) yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap figur publik.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku menghubungi korban menggunakan nomor WhatsApp +62 895-3145-6483. Untuk meyakinkan targetnya, pelaku memasang foto profil yang menampilkan Sekda Aceh Selatan bersama istrinya sehingga terlihat meyakinkan dan sulit dicurigai.

Dalam percakapan tersebut, pelaku berpura-pura sebagai Sekda Aceh Selatan yang hendak memberikan bantuan dana kepada korban. Setelah komunikasi berlangsung akrab, pelaku mengklaim telah mentransfer uang sebesar Rp1,6 juta ke rekening korban.

Sebagai bukti, pelaku mengirimkan tangkapan layar berupa slip transfer bank yang tampak meyakinkan. Namun tak lama kemudian, pelaku meminta korban mengirimkan uang sebesar Rp600 ribu ke akun dompet digital DANA dengan nomor 0821-6131-776 atas nama “Yayasan Pak Yudha”.

Korban yang sempat memeriksa rekeningnya menyadari dana Rp1,6 juta tersebut belum masuk. Namun pelaku berdalih keterlambatan terjadi akibat gangguan jaringan perbankan sehingga transaksi masih dalam proses.

Karena percaya dengan identitas yang digunakan pelaku, korban akhirnya mengikuti instruksi tersebut dan mentransfer uang pribadinya sebesar Rp600 ribu ke nomor DANA yang diberikan.

Belakangan, korban baru menyadari dirinya telah menjadi sasaran penipuan setelah dana yang dijanjikan tak kunjung masuk ke rekening. Saat mencoba menghubungi kembali nomor tersebut, pelaku sudah tidak dapat dihubungi.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, maupun institusi tertentu.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang meminta transfer uang, meskipun menggunakan foto atau identitas pejabat yang dikenal. Warga diminta selalu melakukan verifikasi melalui jalur resmi dan memastikan dana benar-benar masuk ke rekening sebelum melakukan transaksi apa pun.

Maraknya penggunaan identitas palsu di media sosial dan aplikasi perpesanan menunjukkan bahwa pelaku kejahatan kini semakin canggih dalam memanfaatkan teknologi untuk menipu korban. Karena itu, kewaspadaan dan verifikasi menjadi kunci utama agar masyarakat tidak terjebak dalam modus serupa.