GORONTALO,Bersuarakita – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dalam memperkuat ketahanan pangan terus ditunjukkan melalui partisipasi aktif pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.
Salah satu agenda penting yang menarik perhatian adalah kunjungan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya ke lokasi demplot varietas padi unggul Inpari 42 yang dipamerkan dalam ajang nasional tersebut.
Di tengah hamparan sawah yang tumbuh subur, Kadis Pertanian dan Pangan Pidie Jaya terlihat mengamati secara langsung karakteristik varietas Inpari 42 yang dikenal memiliki potensi hasil tinggi dan daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lahan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk menyerap berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang dapat diterapkan guna meningkatkan produktivitas pangan daerah, khususnya komoditas padi yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan masyarakat.
PENAS XVII Gorontalo sendiri menjadi ajang berkumpulnya ribuan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pemangku kebijakan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, teknologi, dan inovasi terbaru di sektor pertanian dan perikanan.
Menurut Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi melalui Plt Kadis Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, Muhammad Nur Sp,MSi berbagai inovasi yang dipamerkan dalam PENAS menjadi referensi penting bagi daerah dalam menghadapi tantangan pertanian modern, mulai dari perubahan iklim, efisiensi produksi, hingga peningkatan hasil panen.
Keunggulan varietas Inpari 42 yang dipamerkan dalam demplot tersebut menjadi salah satu perhatian utama karena dinilai memiliki prospek besar untuk mendukung peningkatan produksi beras nasional. Dengan produktivitas yang tinggi dan ketahanan yang baik, varietas tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan di wilayah pertanian Pidie Jaya.
Partisipasi aktif Pidie Jaya dalam PENAS XVII menunjukkan keseriusan daerah tersebut untuk terus memperkuat sektor pertanian melalui adopsi teknologi dan inovasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh posisi Pidie Jaya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Aceh.












