Produksi Telur Puyuh Melimpah, BUMG Harapan Bersama Gampong Tepi Air, Masih Terkendala Pemasaran

Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Harapan Bersama di Gampong Tepi Air, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan,

ACEH SELATAN, Bersuarakita – Upaya Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Harapan Bersama di Gampong Tepi Air, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, dalam mengembangkan budidaya puyuh petelur mulai menunjukkan hasil. Produksi telur bahkan telah mencapai ribuan butir per hari.

Namun di balik capaian tersebut, persoalan pemasaran justru menjadi tantangan utama yang kini dihadapi pengelola.

Direktur BUMG Harapan Bersama, Asmadi, mengatakan bahwa produksi telur puyuh saat ini relatif stabil dengan jumlah ternak mencapai sekitar 3.000 ekor dan melibatkan tiga orang pekerja. Meski demikian, penyerapan pasar belum sebanding dengan jumlah produksi.

“Produksi sudah bagus, tetapi pemasaran masih sulit. Stok telur cukup banyak dan belum sepenuhnya terserap pasar,” kata Asmadi.

Ia berharap adanya dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, terutama melalui program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai dapat menjadi solusi untuk menyerap produksi telur puyuh secara berkelanjutan.

Menurut Asmadi, jika kerja sama dengan dapur-dapur MBG di Aceh Selatan dapat terjalin, kebutuhan telur puyuh berpotensi meningkat. Selain itu, peluang kemitraan juga terbuka dengan pelaku usaha katering maupun masyarakat umum.

Saat ini, pemasaran masih terbatas di wilayah sekitar karena belum adanya jaringan distribusi yang lebih luas. Padahal, produksi terus berjalan setiap hari, sementara daya tahan telur puyuh bisa mencapai lebih dari dua minggu.

“Kalau pemasaran lancar, produksi ini sebenarnya bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.

Di sisi lain, BUMG juga menghadapi tantangan biaya produksi, terutama untuk pakan yang masih didatangkan dari luar daerah dengan kebutuhan lebih dari satu sak per hari.

Telur puyuh dari BUMG Harapan Bersama dipasarkan dengan harga Rp45.000 per papan berisi 100 butir. Bagi masyarakat atau pelaku usaha yang ingin melakukan pemesanan atau menjalin kerja sama, dapat langsung menghubungi nomor 0822-7710-8090.

Asmadi berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak swasta agar usaha yang dirintis tersebut dapat berkembang dan memberi dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat desa.

“Harapan kami, produksi yang sudah ada ini bisa terserap dengan baik, sehingga usaha ini benar-benar menjadi sumber ekonomi bagi gampong,” kata dia.