BATAM,Bersuarakita – Pembangunan proyek Data Center di kawasan pesisir Kota Batam, Kepulauan Riau, diduga menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Kondisi Pantai Nemo yang berada di Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, dilaporkan mengalami kerusakan akibat penumpukan lumpur pekat di sepanjang garis pantai.
Warga setempat menyebutkan, endapan lumpur yang muncul dalam beberapa waktu terakhir diduga berasal dari aktivitas pematangan lahan dan konstruksi proyek Data Center yang tengah berlangsung di kawasan tersebut. Kondisi itu dinilai telah mengganggu ekosistem pesisir dan mengubah bentang alam Pantai Nemo yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat nelayan.
Selain merusak kawasan pantai, sedimentasi yang terjadi juga disebut berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan tradisional. Sejumlah nelayan mengaku mengalami kesulitan mencari ikan karena wilayah tangkap mereka tercemar dan mengalami perubahan kondisi perairan.
Meningkatnya kerusakan lingkungan di kawasan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat. Warga pun mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera melakukan pemeriksaan lapangan guna memastikan penyebab sedimentasi serta dampaknya terhadap lingkungan pesisir.
Masyarakat meminta agar Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau segera turun ke lokasi untuk melakukan inspeksi dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan.
“Kami mendesak BPSPL dan DKP untuk segera melakukan inspeksi mendadak ke lokasi Pantai Nemo. Jangan tunggu sampai alamnya mati total baru ada tindakan,” ujar salah seorang perwakilan warga.
Warga berharap pemerintah segera melakukan kajian menyeluruh terhadap dampak aktivitas pembangunan di kawasan pesisir tersebut, sekaligus memastikan adanya langkah mitigasi dan pemulihan lingkungan guna melindungi ekosistem laut serta keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Jurnalis : Viktor Edon Samosir ST












