Oleh: Herman Arif (Papie), Tokoh Masyarakat Tapaktuan dan Pelaku Usaha
PERBUKITAN yang menghadap langsung ke bentangan Samudra Hindia itu sejak lama menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Aceh Selatan. Di sanalah berdiri Puncak Gemilang, kawasan yang bukan hanya difungsikan sebagai pusat perkantoran pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan sejarah daerah.
Dari kawasan ini, hamparan Kota Tapaktuan terlihat jelas dari ketinggian, berpadu dengan bentangan laut yang menghadirkan suasana khas dan berbeda. Berlokasi di Desa Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, kawasan ini berada di jalur pegunungan dengan akses jalan menanjak dan berkelok. Meski berjarak sekitar 20 menit dari pusat kota, Puncak Gemilang tetap dikenal luas oleh masyarakat Aceh Selatan maupun para pendatang.
Namun kini, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat bagaimana nasib Puncak Gemilang hari ini?
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan yang dahulu tampak megah dan menjadi simbol kebanggaan daerah itu perlahan terlihat kurang terawat. Semak belukar mulai menutupi sebagian area, suasana kawasan tampak sepi, bahkan masyarakat yang melintas maupun berkunjung diimbau untuk tetap berhati-hati. Kondisi tersebut tentu menimbulkan keprihatinan, terutama bagi masyarakat yang berharap kawasan ini tetap menjadi wajah representatif Aceh Selatan.
Sebagai pusat perkantoran yang berada di lokasi strategis, Puncak Gemilang semestinya terus dijaga dan ditata dengan baik. Kawasan ini bukan hanya menyangkut estetika lingkungan, melainkan juga menyangkut citra daerah di mata masyarakat serta para tamu yang datang ke Aceh Selatan.
Perawatan fasilitas, kebersihan lingkungan, penataan kawasan hijau, hingga perhatian terhadap akses jalan menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Sebab ketika sebuah kawasan penting mulai kehilangan perhatian, yang memudar bukan hanya tampilannya, tetapi juga rasa bangga masyarakat terhadap daerahnya sendiri.
Sudah saatnya semua pihak memiliki kepedulian yang sama terhadap keberadaan Puncak Gemilang. Pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen daerah perlu bersama-sama menjaga dan menata kembali kawasan tersebut agar tetap tertib, nyaman, dan mencerminkan wajah daerah yang layak dibanggakan.
Puncak Gemilang bukan sekadar kawasan di atas perbukitan. Ia adalah bagian dari wajah Aceh Selatan, bagian dari sejarah, sekaligus bagian dari harapan masyarakat yang ingin melihat daerahnya terus maju dan terawat dengan baik.
Semoga namanya tidak hanya tinggal menjadi kenangan, tetapi kembali benar-benar “gemilang” sebagaimana harapan masyarakat selama ini.












