Daerah  

Warga Sambau Batam Keluhkan Dampak Proyek Cut and Fill, Minta Pengawasan DLH

BATAM,Bersuarakita – Aktivitas pematangan lahan (cut and fill) di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, menuai keluhan dari sejumlah warga sekitar. Mereka menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan dari lalu lintas kendaraan proyek yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (15/6/2026), sejumlah dump truck terlihat keluar masuk area proyek. Warga mengaku, saat cuaca panas, debu dari material tanah kerap beterbangan hingga masuk ke permukiman. Sementara ketika hujan turun, material tanah yang terbawa kendaraan disebut membuat badan jalan menjadi licin.

Seorang warga terdampak yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait kesehatan anak-anak serta keselamatan pengendara.

“Debu masuk ke rumah dan kami khawatir dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama anak-anak. Saat hujan, jalan juga menjadi licin sehingga membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Selain menyampaikan keluhan, warga juga mengajukan sejumlah harapan kepada pihak pengelola proyek agar dampak aktivitas tersebut dapat diminimalkan. Di antaranya, melakukan penyiraman jalan secara berkala, menyediakan fasilitas pencucian ban kendaraan proyek di pintu keluar area kerja, serta memberikan informasi yang terbuka terkait dokumen lingkungan yang dimiliki proyek tersebut.

Menurut warga, keterbukaan informasi mengenai aspek lingkungan penting untuk memberikan kepastian bahwa kegiatan pematangan lahan telah memperhatikan ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan risiko terhadap kondisi drainase maupun lingkungan sekitar.

Terpisah, sejumlah warga berharap instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dan pihak berwenang lainnya, dapat melakukan pengawasan sesuai dengan tugas dan kewenangannya apabila ditemukan indikasi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, terkait dugaan adanya pelanggaran terhadap dokumen lingkungan maupun peraturan daerah, hal tersebut masih memerlukan verifikasi dan pendalaman oleh instansi berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pengembang proyek serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam terkait keluhan warga dan perizinan lingkungan atas kegiatan tersebut. Apabila telah diperoleh tanggapan resmi, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan lanjutan.

Jurnalis: Viktor Edon Samosir, S.T