PIDIE JAYA,Bersuarakita – Sibral Malasyi melontarkan pernyataan keras dan penuh tantangan kepada Bank Aceh Syariah saat peluncuran pembayaran PBB-P2 Kabupaten Pidie Jaya melalui aplikasi Action Mobile Bank Aceh, Rabu (13/5/2026).
Dalam acara yang berlangsung di ruang kerja Bupati Pidie Jaya itu, Sibral secara terbuka meminta Bank Aceh berani mengambil posisi dan bersaing langsung dengan bank-bank konvensional yang selama ini mendominasi pasar perbankan nasional.
“Kita harus mengambil posisi, mengambil kesempatan, dan berjuang maksimal untuk bisa bersaing dengan bank konvensional di luar Aceh,” tegas Sibral di hadapan pejabat daerah dan pihak perbankan.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Bupati menilai Bank Aceh tidak cukup hanya mengandalkan status sebagai bank daerah, tetapi harus menghadirkan layanan yang benar-benar memudahkan masyarakat dan pelaku usaha.
Menurut Sibral, sistem digital dan layanan keuangan modern saat ini sebenarnya bisa diterapkan dengan mudah selama ada kemauan untuk bertransformasi.
Ia bahkan mendorong agar masyarakat Aceh mendapat perlakuan khusus dalam akses pinjaman perbankan, termasuk bunga pembiayaan yang lebih ringan dibanding bank konvensional.
“Kalau masyarakat Aceh pinjam di Bank Aceh, seharusnya bunganya bisa lebih murah dua sampai tiga persen dibanding bank konvensional. Itu sangat wajar dilakukan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Sibral juga mengingatkan agar masyarakat tidak dipersulit ketika mengajukan pinjaman selama seluruh persyaratan dan mekanisme telah dipenuhi.
“Jangan pernah mempersulit kalau memang sudah sesuai aturan dan mekanisme,” katanya lagi.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung fenomena banyak pengusaha Aceh yang justru memilih mengambil pinjaman ke bank konvensional dibanding bank daerah sendiri.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi Bank Aceh agar segera melakukan pembenahan dan memperkuat daya saing di sektor layanan dan pembiayaan usaha.
“Kita punya pengusaha di Aceh, tapi mereka malah ambil pinjaman ke bank konvensional. Ini harus jadi perhatian bersama,” ungkapnya.
Sibral menegaskan kemajuan Bank Aceh akan sangat menentukan citra dan kekuatan ekonomi Aceh ke depan.
Menurutnya, investor maupun pelaku usaha luar daerah akan melihat kualitas Aceh salah satunya dari kemampuan bank daerahnya berkembang di era persaingan nasional.
Peluncuran pembayaran PBB-P2 melalui Action Mobile Bank Aceh sendiri disebut sebagai langkah awal digitalisasi layanan publik di Pidie Jaya.
Pemerintah berharap sistem tersebut dapat mempermudah masyarakat membayar pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mengurangi antrean dan transaksi manual di kantor pelayanan.












